Saturday

Amalan yang Melelahkan

Rangkaian ayat di awal surah ini bercerita tentang neraka dan para penghuninya.

Ternyata salah satu penyebab seseorang disungkurkan ke neraka adalah sebab amalan yang banyak dan beragam tapi penuh cacat; baik motif dan niatnya, maupun cara yang tidak sesuai dengan ajaran sunnah Rasul saw.
AstaghfiruLlaahal ‘azhim…

Alkisah, ‘Umar bin Khathab radhiyallahu 'anhu menangis saat mendengar ayat ini disampaikan...

Alkisah juga, suatu hari Atha as-Salami, seorang tabi`in bermaksud menjual kain yang telah ditenunnya. Setelah diamati dan diteliti secara seksama oleh sang penjual kain, sang penjual kain mengatakan,

“Ya, Atha' sesungguhnya kain yang kau tenun ini cukup bagus, tetapi sayang ada cacatnya sehingga saya tidak dapat membelinya.”

Begitu mendengar bahwa kain yang telah ditenunnya ada cacat, Atha' termenung lalu menangis.

Melihat Atha' menangis, sang penjual kain berkata,
“Atha' sahabatku, aku mengatakan dengan sebenarnya bahwa memang kainmu ada cacatnya sehingga aku tidak dapat membelinya, kalaulah karena sebab itu engkau menangis, maka biarkanlah aku tetap membeli kainmu dan membayarnya dengan harga yang pas.”

Tawaran itu dijawabnya,
“Wahai sahabatku, engkau menyangka aku menangis disebabkan karena kainku ada cacatnya?"

Ketahuilah sesungguhnya yang menyebabkan aku menangis bukan karena kain itu".

"Aku menangis disebabkan karena aku menyangka bahwa kain yang telah kubuat selama berbulan-bulan ini tidak ada cacatnya, tetapi di mata engkau sebagai ahlinya ternyata ada cacatnya".

"Begitulah aku menangis kepada Allah dikarenakan aku menyangka bahwa ibadah yang telah aku lakukan selama bertahun-tahun ini tidak ada cacatnya, tetapi mungkin di mata Allah sebagai ahli-Nya ada cacatnya, itulah yang menyebabkan aku menangis.”

Semoga kita menyadari sedini mungkin tentang amal yang kita lakukan apakah sudah sesuai ataukah tidak. Hanya dengan ilmulah kita akan mengetahui dimana letak kekurangan amal kita.

Maka bukan hanya dengan beramal sebanyak-banyaknya tapi juga beramal dengan sebenar benarnya.

Wallaahu a'lamu bish shawaab...

11 Manfaat Membaca

Menurut ’Aidh bin Abdullah al-Qarn, ada 11 manfaat membaca:

1. Membaca menghilangkan kecemasan dan kegundahan.

2. Ketika sibuk membaca, sesorang terhalang masuk dalam kebodohan.

3. Kebiasaan membaca membuat orang terlalu sibuk untuk bisa berhubungan dengan orang2 malas dan tidak mau bekerja.

4. Dengan sering membaca, seseorang bisa mengembangkan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata.

5. Membaca membantu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir.

6. Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan meningkatkan memori dan pemahaman.

7. Dengan sering membaca, seseorang dapat mengambil manfaat dari pengalama orang lain, seperti mencontoh kearifan orang bijaksanan dan kecerdasan orang-orang berilmu.

8. Dengan sering membaca, seseorang dapat mengembangkan kemampuannya baik untuk mendapat dan merespon ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari disiplin ilmu dan aplikasi didalam hidup.

9. Keyakinan seseorangakan bertambah ketika dia membaca buku2 yang bermanfaat, terutama buku2 yang ditulis oleh penulis2 yg baik. Buku itu adalah penyampai ceramah terbaik dan ia mempunyai pengaruh kuat untuk menuntun seseorang menuju kebaikan dan menjauhkan dari kejahatan

10. Membaca membantu seseorang untuk menyegarkan pikirannya dari keruwetan dan menyelamatkan waktunya agar tidak sia2.

11. Dengan sering membaca, seseorang bisa menguasai banyak kata dan mempelajari berbagai model kalimat, lebih lanjut lagi ia bisa meningkatkan kemampuannya untuk menyerap konsep dan untuk memahami apa yang tertulis “diantara baris demi baris” (memahami apa yang tersirat).

disadur dari fp Darwis Tereliye

Friday

Kematian adalah akhir perjalanan (?)

Inilah di antara tulisan terbaik Syekh Ali Thanthawi Mesir Rahimahullah:

Pada saat engkau mati, janganlah kau bersedih. Jangan pedulikan jasadmu yang sudah mulai layu, karena kaum muslimin akan mengurus jasadmu.

Mereka akan melucuti pakaianmu, memandikanmu dan mengkafanimu lalu membawamu ke tempatmu yang baru, kuburan.

Akan ada banyak orang yang mengantarkan jenazahmu bahkan mereka akan meninggalkan pekerjaan nya untuk ikut menguburkanmu.

Barang barangmu akan dikemas; kunci kuncimu, kitab, koper, sepatu dan pakaianmu. Jika keluargamu setuju barang2 itu akan disedekahkan agar bermnfaat untukmu.

Yakinlah; dunia dan alam semesta tidak akan bersedih dg kepergianmu.

Ekonomi akan tetap berlangsung!
Posisi pekerjaanmu akan diisi orang lain. Hartamu menjadi harta halal bagi ahli warismu. Sedangkan kamu yg akan dihisab dan diperhitungkan dari hartamu!

Kesedihan atasmu ada 3;

Orang yg mengenalmu sekilas akan mengatakan, kasihan.

Kawan2mu akan bersedih beberapa jam atau beberapa hari lalu mereka kembali seperti sediakala dan tertawa tawa!

Di rumah ada kesedihan yg mendalam! Keluargamu akan bersedih seminggu dua minggu, sebulan dua bulan, dan mungkin hingga setahun??
Selanjutnya mereka meletakkanmu dalam arsip kenangan!

Demikianlah "Kisahmu telah berakhir di tengah_tengah mereka
Dan kisahmu yang sesungguhnya baru dimulai, Akhirat!!

Telah musnah kemuliaan, harta, kesehatan, dan anak.

Telah engkau tinggalkan rumah, istana dan istri tercinta.

Kini hidup yg sesungguhnya telah dimulai.
Pertanyaannya adalah:

Apa persiapanmu untuk kuburmu dan Akhiratmu??

Hakikat ini memerlukan perenungan.
Usahakan dengan sungguh2;
Menjalankan kewajiban kewajiban, hal-hal yg disunnahkan, sedekah rahasia, merahasiakan amal shalih, shalat malam,

Semoga saja engkau selamat.

Andai engkau mengingatkan manusia dengan tulisan ini insyaAllah pengaruhnya akan engkau temui dalam timbangan kebaikanmu pada hari Kiamat.

"Berilah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat bagi orang orang mukmin."

Tuesday

si Bule tahun baru di Indonesia

si Bule itu kalau tahun baruan di Indonesia, pasti bakal
kaget.
Di negerinya, kembang api itu hanya diledakkan terbatas di tempat2 tertentu.

Di Indonesia, menyambut tahun baru orang2 bahkan membakar kembang api
meledak-ledak di komplek perumahan, digang-gang kecil, di pemukiman. Belum lagi tambahkan mercon dentam-dentum.

Welcome, mister, di negeri ini, frankly speaking sejujurnya 20 tahun lalu, tidak ada perayaan tahun baru macam ini.
Itu baru saja kami contoh dari kalian.
Tapi kami melakukannya 'lebih keren' kami modifikasi hingga bablas.

Apakah saya keberatan dengan perayaan tahun baru?

Tidak. Itu hak semua orang. Tidak jaman lagi berdebat soal ini. Karena toh, kalaupun saya mau berdalil bahwa tidak ada perayaan tahun baru sesuai contoh Nabi, eh ladalah, di mesjid2, orang2 ikut melakukan perayaan dengan modifikasi pengajian, kultum, musahabah, dsbgnya. Coba tanya ke mereka. Apa bedanya dengan perayaan si tapir ilusinati?

Jawabannya pasti gagah:
bedalah, satu islami, satu tidak islami. Yang membuat pusing kepala mendengar argumennya, jadi sekarang ada jenis perayaan tahun baru islami?

Saya tidak akan meributkan hal ini, dek. Bukan urusan saya. Situ mau naik motor, kelayapan pas tahun baru, atau berduaan di pantai, hotel dsbgnya, membuat maksiat, toh, orang tua kalian juga dont care at all. Kalian sendiri pun yang sedang merusak diri sendiri juga dont care at all.

Situ mau bikin acara apapun, khataman Al Qur'an, dsbgnya, menjadi ritual baru tiap tahun, toh, orang2 yang lebih berilmu dibanding saya tidak memberikan fatwa.

Lantas kenapa saya harus peduli?
Essay ini saya tulis, simpel karena saya ingat dengan Bung Karno. Aih, kalau si Bung Karno ini masih hidup, maka apa
komentar dia tentang "bangsa yang kehilangan identitas"?

Lihatlah negeri ini, barat bukan, timur jauh. Kita bergaya kebarat-baratan merayakan ulang tahun (secara harfiah tahun baru itu tahunnya diulang lagi dari tanggal 1 Jan),
hanya untuk membuat si bule bingung bukan kepalang. Pun bergaya ketimur-timuran merayakannya, untuk membuat lebih bingung lagi ahli tafsir yang lurus,
memangnya ada? Lantas bagaimana dong?

Anak muda hari ini mungkin tidak lagi mau memikirkannya, kita sudah kehilangan identitas di banyak kesempatan. Gaya hidup, cara bersosialisasi, cara berpakaian, dsbgnya, mau ikut barat, apa daya tak sampai,
mau pakai cara orang tua, aduh kok tidak lagi keren.
Maka baiklah, kita jadinya terbiasa: biasakan yang sudah biasa. Terlepas dari itu benar atau tidak, yang penting pragmatis, mudah dilakukan.

Tidakkah masih ada yang mau memikirkan, 10 tahun terakhir, tatanan masyarakat kita sedang berubah secara
massif. Nilai-nilai yang dipahami, norma-norma yang berlaku, massif sekali berubah. Apalagi soal relasi lawan jenis, kebebasan hidup, lebih massif lagi.

Sayangnya, bangsa yang kehilangan identitas, hanya sibuk meniru kulit luarnya saja, yang enak2 itu saja. Kita tidak mengambil etos kerja, kemandirian, sistem yang jujur, respek, dsbgnya. Hanya kulit luarnya saja.

Tidakkah masih ada yang mau memikirkan, 10 tahun lagi, jangan-jangan kita tidak bisa lagi mendefinisikan mana
nilai-nilai luhur yang pernah kita miliki.

Kita bangganya memiliki nilai2 baru, yang hanya menjiplak kulitnya saja, bergaya, sementara yg punya nilai tersebut bingung
melihat kita, karena mereka justeru mempelajari nilai2 luhur bangsa kita.

Simpel saja, soal bahasa misalnya,
besok lusa, mungkin yang bisa berbahasa jawa halus tinggallah si bule-bule. Kita? Sudah lupa.

Well, balik lagi ke tahun baru. Apa yang akan saya lakukan saat tahun baru?

Tidur--dan berharap bisa nyenyak dengan suara dentuman kembang api yang gila-gilaan.

disadur tanpa perubahan dari:

m.facebook.com/darwistereliye

cara membuat keranjang dari kemasan gelas bekas

Assalamualaikum dan apa kabar sahabat semuanya? semoga dalam keadaan sehat dan semangat yaa
kali ini saya mau berbagi cara membuat keranjang yang mudah dipraktekkan sendiri, beneran deh kalo gak percaya coba aja...

pernah gak liat gelas kemasan seperti gambar diatas??
pasti jawabannya PERNAH kan, entah itu ditepi jalan atau paling tidak di tong sampah bahkan di selokan depan sekolahan, biasa juga ditemui diemperan toko-toko dan terminal...
seperti yang saya temui dibawah ini:
sangat mengganggu keindahan lingkungan, dan sangat tidak enak dipandang, nah hal itulah yang membuat saya tergerak untuk mencoba memanfaatkannya, kali aja bisa disulap jadi uang.

setelah lama utak-atik akhirnya muncul ide untuk membuatnya jadi keranjang serbaguna, tapi kalo dirumah saya biasanya digunakan sebagai keranjang untuk menaruh cucian sebelum dijemur, dan tempat cucian yang baru aja diambil dari jemuran, dan kadang juga untuk tempat pakaian kotor sebelum dicuci, intinya serbaguna gitu lah
daripada merusak lingkungan mending kita manfaatkan, dan jika berhasil terjual anggap saja itu bonus karena ketekunan dan kerajinan kita, lagian cara buatnya nggak sulit kok, dibawah ini bakal saya jabarin langkah-langkah pengerjaannya dari berupa kemasan utuh hingga menjadi keranjang, cocok untuk tugas prakarya disekolahan-sekolahan,






Oke, berikut ini adalah hasil jadi dari keranjangnya

sederhana namun serbaguna,

langkah membuatnya sebagai berikut
1. siapkan alat pemotong berupa gunting atau pisau cutter
2. kumpulkan gelas kemasan, (sudah pasti)
3. ikuti penampakan berikut ini, biarkan gambar yang berbicara
potong kemasan gelas untuk mengambil bagian terkerasnya

buat sebanyak-banyaknya
rangkai menjadi seperti ini kamudian ikat
hasilnya menjadi seperti ini
kemudian buat melingkar jadi seperti ini

dan selanjutnya
kemudian rangkai dengan cara mengikatnya lalu rapikan setelah itu buatkan alas,
untuk menghindari pakaian menyentuh tanah saat dimasukkan dalam keranjang, gunakan sisa potongan gelas menjadi alas keranjang seperti gambar dibawah ini

dan tips terakhir dari saya, jika kesulitan menemukan dan mengumpulkan kemasan yang sejenis tidak ada salahnya untuk membuat dari kemasan yang beda jenis, hasilnya akan seperti yang dibawah ini
selamat mencoba dan gunakan kreatifitasnya


Friday

uniknya cara Google merayakan Hari Perempuan Sedunia 2014

ada yang keren dengan logo Google hari ini, ternyata Google turut memperingati hari Perempuan Sedunia
dan yang kerennya ada Sarah Sechan di logo google, hanya saja mungkin cuman bisa dilihat pada hari ini :(


buat yang ingin nonton videonya plus bersuara silahkan cek dibawah ini




gimana, unik kan?
kalo kalian apa yang kalian lakukan untuk memperingati hari perempuan sedunia?

Thursday

membuat tulisan berbentuk kucing


Ada yang bisa baca tulisan diatas?,
sepintas dan ramaintas diatas hanyalah gambar sekumpulan kucing dengan manuver-manuver aneh
dan kurang jelas, namun jika di lihat dan dicermati lebih dalam lagi maka akan terbaca tulisan yang terangkai...

nah saya sekedar berbagi bagaimana cara membuat hal semacam diatas itu, mungkin udah banyak sih yang tahu tapi gak apa-apa ini buat yang belum tahu aja... :)

langsung aja buat yang mau coba silahkan klik yang dibawah ini

KLIK DISINI 
buat yang mau liat tutorialnya silahkan liat aja yang dibawah ini



mohon maaf kalo postingannya kurang rapi, saya sarankan untuk lebih jelasnya langsung berkunjung aja ke TKP, semoga bermanfaat

Sunday

pengertian Skema Ponzi, sejarah dan contoh kasusnya

Pernah mendengar tentang skema Ponzi? Ponzi itu sejenis makanan apa sih? dicampur nasi boleh gak?
saya tekankan bahwa Ponzi itu bukan makanan Ponzi itu peralatan dapur, eh maaf itu Pisau.. hehe..

oke saatnya serius, Ponzi nama lengkap yang tertulis di absen sekolahnya Carloz Ponzi adalah seorang yang terkenal karena penipuan yang dilakukan, bahkan dia menyabet Juara 1 untuk urusan tipu menipu dan bisa dibilang beliau adalah kakek moyangnya MLM, sepatutnya kita berterima kasih pada beliau karena skema yang dia kembangkan #plakk

oke kita masuk ke

Sejarahnya

Carlos Ponzi lahir di Italia dan pindah ke New York pada tahun 1893. Saat itu usianya 15 tahun, dan dia suka mencari berbagai jalan singkat menuju kekayaan. Dia pernah masuk penjara di Kanada (karena penipuan surat berantai dan penggunaan cek palsu) dan juga di Atlanta (untuk skema imigrasi ilegal). Akhirnya Ponzi pindah ke Boston tahun 1919.

Berpindah kerja dari satu tempat ke tempat lainnya di kota Boston, pria berbadan kecil ini (tingginya sekitar 156 cm, walaupun sering tidak memiliki pekerjaan, namun selalu mengenakan pakaian yang elegan) bertekad mengubah realita hidupnya. Dia sering begadang membayangkan berbagai cara untuk menjadi kaya dengan cepat.

Boston bukanlah tempat yang sesuai untuk menjadi orang miskin. Kota itu penuh dengan orang kaya dengan gaya hidup yang mewah, hal ini membuat Ponzi muda frustrasi dan sangat kecewa. Dia terus memeras otak untuk memikirkan bagaimana caranya dia akan mendapatkan sebagian dari kemakmuran yang berlimpah di kota barunya. Selama waktu itu, Ponzi juga tidak lupa untuk selalu menyurati keluarga dan saudaranya yang mungkin sedang khawatir padanya, mengingat masa itu adalah masa perang dunia pertama.

Surat-surat yang dia tulis ini kemudian memberikan Ponzi sebuah gagasan yang di kemudian hari dia ilustrasikan sebagai sebuah “gagasan hebat.” Ponzi sendiri mungkin tidak menyangka, skema yang dia ciptakan ini pada akhirnya menjadi bentuk lain dari sistem spekulasi mata uang modern.

Di awal 1900-an, seseorang dapat menyertakan sebuah kupon di dalam surat untuk menghemat biaya koresponden untuk membeli perangko. Sebuah organisasi yang dinamakan International Postal Union mengeluarkan kupon yang dapat diperdagangkan di sejumlah negara tertentu untuk mendapatkan perangko setempat.

Ponzi menemukan bahwa kupon-kupon yang dibeli di negara yang ekonominya lemah dapat dijual dengan sejumlah keuntungan di Amerika Serikat. Dia memutuskan untuk menggunakan sedikit uang yang dengan susah payah dia tabung untuk mencoba “gagasan hebat” ini. Sayangnya, dalam waktu singkat dia menemukan bahwa ada berbagai hal lainnya di skema ini yang membuat impiannya tidak bisa berhasil. Terutama adalah bahwa mayoritas keuntungan pada akhirnya ternyata kembali ke organisasi postal.

Namun, walaupun gagasan hebat dia tidak berhasil, hal yang lain muncul. Setiap kali dia membicarakan skema ini dengan orang lain, mereka tampaknya percaya dan tertarik untuk mendengar lebih lanjut. Teman-teman dan keluarga mereka akan selalu bertanya padanya, tanpa curiga, bagaimana rencana ini harus dilakukan. Orang-orang sangat tertarik dengan investasi ini, walaupun Ponzi sudah tahu skema itu sebenarnya tidak berhasil.

Jadi, di akhir tahun 1919, Ponzi mengambil keputusan yang akan membuat namanya tercatat di sejarah sebagai salah satu icon paling terkenal di dunia penipuan. Dia berhenti membeli kupon perangko internasional dan berurusan dengan birokrasi tak berujung. Mulai saat itu dia fokus untuk melakukan hal yang lebih menguntungkan, yaitu mencari investor.

Pada Desember 1919, Ponzi mulai menggunakan nama baru, “Charles” Ponzi. Dengan modal $150, dia mulai meminjam uang dengan memberikan nota-nota pengembalian di masa mendatang. Dia mulai mengundang teman-teman dan saudara mereka untuk ikut di program yang dia sebut sebagai “Rencana Ponzi.”

Ponzi mengklaim bahwa dia bisa menghasilkan keuntungan 100% dalam beberapa bulan. Masalahnya adalah dia kekurangan modal untuk mengeksploitasi kelemahan sistem postal internasional. Karena masih ada ruang untuk pertumbuhan, dia tidak keberatan untuk berbagi keuntungan dengan investor.

Ponzi melakukan presentasinya secara berhasil. Dia memberi contoh bahwa sebuah kupun yang dia beli di Spanyol dengan harga satu sen dapat ditukar dengan nilai ekuivalen enam sen di Amerika. Keuntungannya adalah lima kali lipat! Nada bicaranya begitu meyakinkan sehingga banyak orang mempercayainya.

Apapun juga yang dia katakan, dia berhasil. Beberapa orang, termasuk teman dekat dan saudara mereka, memutuskan untuk berjudi dengannya, dan Ponzi berhasil mengumpulkan $1.250 dari mereka. 90 hari kemudian, Ponzi memberikan bunga kepada mereka sebesar $750. Investor yang terkagum-kagum padanya menceritakan kisah ini kepada lebih banyak orang. Dalam waktu singkat, kantor Ponzi penuh dengan orang-orang serakah yang ingin menginvestasikan uang mereka kepadanya.

Dengan perjanjian tertulis bahwa dia akan membayar $150 dalam waktu 90 hari untuk setiap $100 yang dia terima, Ponzi berhasil meyakinkan ribuan orang yang akhirnya memberikan jutaan dolar kepadanya (termasuk ¾ anggota kepolisian Boston). Dia juga kadang-kadang menenangkan kebimbangan investornya dengan melunasi pembayarannya dalam waktu 45 hari. Dalam delapan bulan, dia mengumpulkan $9 juta, yang mana kewajibannya adalah $14 juta. Dia membayar agennya komisi sebesar 10%. Termasuk 50% bunga pinjaman kepada investor, bunga yang harus dia bayar sebenarnya adalah 60%.

Tetapi metode finansial gaya Ponzi tidak berdasarkan keuntungan riil dalam berbisnis. Dia menggunakan uang investor baru untuk membayar uang investor lama yang jatuh tempo. Walaupun penuh dengan uang tunai, sebenarnya Ponzi tidaklah menghasilkan uang apapun. Dalam suatu proses pengadilan di kemudian hari, terbukti bahwa sebenarnya Ponzi berada dalam kondisi yang sangat kepepet, semakin besar bisnisnya, semakin besar masalahnya. Dia sama sekali tidak melakukan investasi apapun, semua uang yang sedang dia pegang adalah uang orang-orang yang berhasil ditipunya.

Suatu saat, Ponzi mendapatkan $200 ribu dalam sehari, dengan dividen 50% dalam 90 hari. Akhirnya, dia menaikkan janjinya dengan memberikan 100% bunga dalam tiga bulan. Para investor pun antri menyerahkan uang kepadanya.

Ponzi adalah seorang genius dalam memanipulasi orang. Sebagai contoh: bila seorang investor mau mengambil uang mereka yang jatuh tempo, mereka harus berjalan melewati kantor mereka untuk sampai ke counter yang antriannya sangat panjang karena cuma ada dua atau tiga counter yang buka.

Setelah uang ada di tangan, para investor ini berjalan keluar dengan menghadapi belasan counter investasi yang antriannya pendek. Mayoritas kemudian tergoda untuk menginvestasikan lagi uang mereka. Sangat sedikit orang yang berjalan keluar dari kantor Ponzi dengan uang di tangan.

Di puncak masa likuiditasnya, Ponzi menjadi seorang maniak shopping. Dia menghabiskan waktunya untuk membeli baju baru, jam emas, berlian untuk istrinya, sebuah mobil limosin, dan juga villa 20 kamar di Lexington, pinggir kota Boston. Seperti yang juga dilakukan para penipu yang mengikuti jejaknya, Ponzi menghabiskan sejumlah besar waktunya untuk membelanjakan uangnya.

Di awal bulan Juli 1920, Ponzi mendapatkan omset $1 juta per minggu. Pada suatu hari, Ponzi membawa sebuah tas berisi uang tunai $3 juta menuju Hanover Trust Co., dan membeli sejumlah saham di bank tersebut. Sayang kesuksesan dia tidak berlangsung lama.

Karena setiap hari ada ratusan orang antri di kantornya untuk menyetor dan mengambil uang, seorang editor harian Boston Post meminta pendapat dari sejumlah ahli keuangan dan mereka menyimpulkan bahwa, walaupun memang ada kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan ribuan dolar dari pertukaran kupon perangko, namun “gagasan hebat” Ponzi tidak mungkin sanggup melayani permintaan yang sedemikian besar dengan perdagangan sebesar jutaan dolar.

Tidak lama kemudian, para reporter yang skeptis meminta wawancara dengannya. Karena khawatir akan image-nya, Ponzi menyewa seorang public relation bernama William McMasters untuk menangani publisitasnya. Ini ternyata adalah langkah bumerang baginya. McMasters menghabiskan beberapa hari di kantor Ponzi, dan menemukan bahwa operasi ini adalah sebuah penipuan dan langsung menuju Kejaksaan. “Orang ini adalah seorang idiot finansial,” kata McMasters. “Dia bahkan tidak bisa berhitung…. Dia duduk dengan mengangkat kedua kakinya di meja dan menghisap cerutu lewat pipa emasnya sambil berguman tentang kupon perangko.”

Ponzi dipanggil untuk menghadap pengadilan di Boston. Para penggemar etnik Italianya bersorak mendukung saat Ponzi melewati jalan, namun para auditor dan polisi yang menggeledah kantornya tidak berhasil menemukan apapun, selain catatan nama-nama dan nomor telepon. Karyawannya, saat ditanya, mereka tidak tahu bagaimana sebenarnya bos mereka mendapatkan profit usaha.

Sebulan kemudian, khawatir akan runtuhnya skema “gagasan hebat”nya, Ponzi membawa $2 juta uang tunai menuju Saratoga Springs. Dia berharap memiliki nasib yang baik di casino tersebut. Dia tidak berhasil, dia kehilangan semuanya.

Pada Agustus 1920, harian Boston Globe menulis sebuah ekspos terhadap skema Ponzi. Nyaris terjadi kerusuhan, ribuan investor yang ketakutan menyerbu kantor Ponzi dan meminta uang mereka kembali. Itu seperti rush terhadap sebuah bank. Pengadilan kemudian menjelaskan secara detail:

Pada tanggal 19 Juli, rekening Ponzi di Hanover Trust adalah $334.000. Pada tanggal 24 Juli adalah sebesar $871.000. Namun, minggu berikutnya terjadi penarikan: $572.000 pada 26 Juli, $228.000 pada 27 Juli, dan $905.000 pada 28 Juli, total melebihi $1.765.000. Walaupun demikian, rekeningnya masih menunjukkan surplus, karena Ponzi menyetor uang tambahan yang dia ambil dari bank lain. Skema ini akhirnya berakhir karena penarikan sebesar $331.000 pada tanggal 9 Agustus. Ponzi bangkrut.

Di puncak skemanya, Ponzi hanya memiliki kupon perangko senilai $30, dengan uang investor sebesar $10 juta dari sekitar 20.000 investor di Boston dan New York.

Dalam masa 10 bulan itu, Ponzi merasakan suka duka tertinggi dari kehidupannya. Kebanyakan investor yang percaya padanya kehilangan seluruh uang mereka. Ponzi akhirnya ditangkap agen Federal dan menjalani hukuman penjara selama empat tahun di penjara Massachusetts.

Setelah keluar dari penjara, Ponzi kembali mengasah bakatnya. Dia melakukan berbagai aksi penipuan di Florida. Akhirnya, dia dideportasi kembali ke Italia. Dalam wawancaranya yang terakhir bersama sebuah harian berita, Ponzi mengatakan bahwa dia tidak menyesal namun berharap dunia memaafkannya.

Yang kemudian terjadi lebih cocok dibilang “melupakannya.” Di awal 1930-an, pimpinan Italia Benito Mussolini secara ceroboh mengira pria bernama Ponzi ini adalah seorang genius perbankan. Ponzi diangkat sebagai pejabat tinggi di pemerintahan Italia. Tidak lama kemudian, para pengikutnya menemukan bahwa pimpinan mereka bahkan tidak bisa berhitung. Ponzi mengetahui bahwa dia segera akan diekspos, dia segera mengepak beberapa tas berisi uang tunai dan berlayar menuju Amerika Selatan.

Namun, ternyata Ponzi melakukan hal yang sama di sana. Ketika Ponzi meninggal di Brazil beberapa tahun setelah itu di salah satu rumah sakit, dia sedang dalam pengawasan polisi.

Mengenal Skema Ponzi
Skema Ponzi terjadi ketika kita melihat dua kegiatan tersebut:
  1. Perancang program menggunakan uang dari investor sendiri untuk membayar bunga “investasi” mereka, sambil menyakinkan mereka untuk tetap mempertahankan dana investasi mereka.
  2. Perancang program mencari investor baru dan menggunakan uang mereka untuk membayar kepada investor lama.
Semakin besar bunga yang dijanjikan, semakin besar kebutuhan perancang program untuk menemukan partisipan baru. Semakin cepat masa jatuh tempo yang dijanjikan, semakin cepat perancang program harus menemukan investor baru.

Skema permainan Ponzi tidak mungkin bertahan terlalu lama karena keterbatasan jumlah partisipan di wilayah geografis manapun. Skema ini dapat berumur lebih panjang jika perancang program sanggup membangun sumber pendapatan baru di wilayah lain setelah partisipan di suatu wilayah sudah mencapai tingkat maksimal.

Namun, pada akhirnya, pada suatu ketika semua skema Ponzi pasti akan runtuh. Pertanyaannya hanya satu: Kapan?

Contoh kasusnya:
Pertama
Anda mengaku sebagai seorang pengusaha peternakan ayam. Anda membuat perhitungan bisnis peternakan ayam dan menemukan bahwa untuk setiap juta rupiah yang diinvestasikan, Anda bisa mendapatkan keuntungan 400% dalam setahun. Setelah itu, Anda mulai mengundang orang-orang untuk mendengarkan presentasi Anda. Anda menawarkan kepada mereka bunga 25% setiap 3 bulan atas dana investasi mereka.

Ketika orang mulai menginvestasikan uang mereka, Anda secara aktif masih terus mencari investor baru. Saat masa 3 bulan sampai, Anda menggunakan uang investor sendiri untuk membayar mereka. Proses ini dilanjutkan selama yang Anda bisa sampai Anda tidak sanggup membayar para investor lagi.

Di contoh di atas, perancang program tidak memiliki niat untuk mengembangkan peternakan ayam sejak awal. Namun skema Ponzi tidak selalu seperti itu. Kadang-kadang, perancang program bisa jadi benar-benar melaksanakan rencana bisnis yang dia buat. Namun, di tengah jalan, bisnisnya gagal dan dia menemukan bahwa keuntungan dengan mengembangkan skema Ponzi ternyata lebih menguntungkan dibanding dengan rencana bisnis awalnya. Akhirnya, dia berpindah haluan dan fokus pada pencarian investor baru dan mengabaikan rencana bisnis awalnya.

Kedua
Sebuah perusahaan, sebut saja PT. Rimba Finance Indonesia, menawarkan peluang “bisnis” seperti ini: Anda disuruh membayar Rp75.000 untuk bergabung dengan mereka. Rp25.000 adalah joining fee, sisa Rp50.000 dibayar kepada lima orang yang merupakan upline Anda, dan masing-masing upline mendapatkan Rp10.000. Setelah membayar uang itu, Anda berhak menjadi anggota perusahaan mereka dan mulai mencari partisipan baru. Para partisipan baru juga akan menyetor Rp75.000 dan Anda sebagai perekrut, upline dari mereka, akan mendapatkan Rp10.000.

Setiap orang boleh merekrut maksimal 5 orang dalam satu level. Karena total ada 5 upline yang akan mendapatkan bayaran, berarti total pembayaran adalah sebesar 5 level. Total pembayaran yang bisa Anda terima secara matematis adalah sebagai berikut:

Level 1 : 5 partisipan : bonus Rp 50.000,-
Level 2 : 25 partisipan : bonus Rp 250.000,-
Level 3 : 125 partisipan : bonus Rp 1.250.000,-
Level 4 : 625 partisipan : bonus Rp 6.250.000,-
Level 5 : 3125 partisipan : bonus Rp 31.250.000,-

Total bonus komulatif matematis adalah:
Rp 39.050.000,-

Ini tampaknya sebuah bisnis yang “masuk akal” dan yang pasti, sangat bonafit, bagi kebanyakan orang. Bayangkan saja, dengan modal Rp75.000, seseorang bisa mendapatkan manfaat maksimal sebesar 39 juta, artinya lebih dari 52.000%.

menurut saya pribadi sih sebisa mungkin hindari bisnis yang memiliki sistem dan skema yang mirip dengan yang dibahas diatas, tidak sulit untuk mengidentifikasinya, jika anda nekat untuk masuk kesistemnya bersiaplah menjadi "pondasi" sebuah "pyramida besar"

sekian dan terimakasih

sumber: http://m.kaskus.co.id/thread/5304e4bf128b46b6438b466a

Wednesday

Menulis lagu itu menyenangkan ala Alaa Wardi

Assalamualaikum dan semangat pagi kawan

apakah anda berniat menulis lagu tapi bingung liriknya gimana, ataukah anda ingin  menulis lagu hanya saja bingung ngasih judul, sama, saya juga mengalami apa yang anda alami _ _!
oke sebenarnya saya ingin membagikan sesuatu yang menurut saya unik nggak tahu yah bagaimana menurut anda, mungkin setelah melihat video dibawah ini anda akan setuju dengan yang saya maksud "unik"

beliau bernama Alaa Wardi dan dia menulis lagu kemudian menyanyikannya dan meng-uploadnya di youtube,
liriknya sederhana karena bercerita tentang hidupnya yang "suram" dan menyedihkan yang membuatnya merana, gundah dan gulana (halaaaah bahasanya dangdut banget... ( !_ _)

oke daripada berlama-lama membaca tentang cuap-cuapan saya yang gak jelas ujung pangkalnya silahkan buffer saja video dibawah ini, semoga memberi anda inspirasi untuk menulis lagu serupa,
cekidot: